Swiss President of Council of States akan melanjutkan terus mendukung kerjasama dengan Poltekpar Lombok

Lombok Tengah – Selasa 2 November 2021, Parlemen Swiss mengunjungi Kampus Politeknik Pariwisata Lombok. Kunjungan Parlemen Swiss tersebut dilaksanakan dalam rangka merayakan hubungan kerjasama yang ke-70 dan demi meninjau implementasi proyek kerjasama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata antara pemerintah Swiss dengan pemerintah Indonesia.

Kedatangan Parlemen Swiss ke Poltekpar Lombok di terima langsung oleh Sesmen Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani dan Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja.

Dalam keterangannya, Sesmen Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, menyampaikan bahwa Poltekpar mendapat kunjungan khusus dari Parlemen Swiss dalam rangka proyek Sustainable Tourism Education Development (STED) antara pemerintah Swiss dan Indonesia. Swiss bekerja sama dengan Poltekpar di bawah Kemenparekraf untuk mendukung penguatan kapasitas manajemen dan guru, pengembangan kurikulum, serta hubungan ke industri dan perusahaan. Kerjasama ini sudah berlangsung lama dan terus dikembangkan demi mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan dan pendidikan tinggi vokasi pariwisata yang mumpuni.

“Alhamdulillah, sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan dibawah Kemenparekraf,” terangnya.

Sementara itu, President of Swiss Council of the States, Alex Kuprecht mengungkapkan, kedatangan Swiss Delegations ini bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi kerjasama yang selama ini telah terjalin dan memiliki dampak positif.

Beliau menjelaskan, dirinya bersama dengan tim delegasi telah melihat Kampus Poltekpar Lombok dan mahasiswa yang tengah menjalani kegiatan belajar-mengajar. Apa yang dilihatnya dirasa sangat baik dan mahasiswa pun terlihat sangat bersemangat.

“Saya dan tim, menjadi bersemangat melihat semangat para mahasiswa untuk menggeluti bidang pariwisata yang sangat tinggi,” ungkapnya.

👇🏻👇🏻👇🏻
2d
poltekparlombok’s profile picture
poltekparlombok
Verified
Kemitraan Swiss dengan Indonesia sendiri bukan lah hal baru. Swiss tidak hanya berkontribusi untuk Poltekpar, tapi juga terlibat dalam Pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung yang dahulu dikenal dengan nama National Hotel Institute (NHI) sejak tahun 1970an.
“Banyak sekolah tinggi vokasi lain yang ingin mengikuti metode sekolah tinggi di Swiss. Karena metode ini tidak hanya mengajarkan teori, namun juga praktek yang relevan dengan kebutuhan industri. Swiss mendukung Indonesia untuk mengembangkan dan membangun daya saing SDM nya demi kemajuan ekonomi. Salah satunya adalah dengan cara mendukung pendidikan tinggi vokasi, seperti yang tengah dilakukan bersama Poltekpar Lombok,” tutupnya.
Di sisi lain, Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja juga turut berterima kasih atas kunjungan tersebut. Kedatangan Parlemen Swiss ke Poltekpar Lombok beliau anggap sebagai suatu bentuk perhatian atas kerjasama yang telah dilakukan sejak tahun 2018 dan akan berakhir di tahun 2022.
“Kerjasama melalui proyek STED ini sangat membantu Poltekpar Lombok dalam meningkatkan kapabilitas SDM nya,” tuturnya.