Tindak Lanjut Terkait Keamanan Website Poltekpar Lombok dengan proses Hardening Bersama Tim Pusat Data dan Sistem Informasi (PUSDATIN), Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) Kemenparekraf/Baparekraf

Dalam era teknologi informasi yang terus berkembang pesat, keamanan informasi menjadi prioritas utama bagi setiap organisasi, terutama dengan makin seringnya terjadi pelanggaran data dan serangan siber. Oleh karena itu, proses “Hardening” menjadi penting untuk mengurangi risiko dan melindungi sistem serta data dari potensi ancaman keamanan. Proses hardening melibatkan langkah-langkah untuk memperkuat dan mengamankan sistem dengan menutup celah-celah keamanan yang potensial.

  1. Definisi Hardening dan Pentingnya Laporan

Hardening adalah proses mengidentifikasi, memperbaiki, dan mengurangi potensi kerentanan sistem dan infrastruktur teknologi informasi untuk meningkatkan tingkat keamanan. Laporan hardening adalah dokumentasi langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan keamanan dan mencatat perubahan yang telah dilakukan pada sistem. Hal ini membantu Poltekpar Lombok mengidentifikasi dan melacak perubahan yang dilakukan untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diperlukan telah diimplementasikan dengan benar.

  1. Manfaat Laporan Hardening dengan Tim Kerja
  1. Kolaborasi yang Efisien antara Tim IT Poltekpar dengan Tim Pusdatin CSIRT Kemenparekraf/Baparekraf yang terdiri dari berbagai anggota tim, seperti administrator sistem, ahli keamanan dan Uji Penetrasi, dapat bekerja bersama-sama untuk mengidentifikasi potensi kerentanan dan mengevaluasi dampaknya yang akan terjadi di kemudian hari. Dengan laporan hardening, Tim Pusdatin CSIRT berbagi pengetahuan, tugas, dan tanggung jawab untuk memastikan proses hardening berjalan dengan lancar.
  1. Penyelarasan Pemahaman tentang Laporan hardening membantu banyak dalam menyelaraskan pemahaman tentang risiko keamanan dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Tim IT Poltekpar Lombok dapat berkonsultasi tentang kebijakan keamanan, standar terbaik dan untuk memastikan bahwa sistem kami telah diperkuat sesuai dengan standar.
  1. Meningkatkan Kecepatan Tanggapan Dalam kasus ancaman keamanan, laporan hardening membantu tim IT Poltekpar Lombok untuk merespons dengan cepat dan tepat. Tim Pusdatin CSIRT dapat dapat melihat secara langsung perubahan yang telah dilakukan pada sistem aplikasi Poltekpar Lombok, sehingga dapat mempercepat waktu tanggap dalam menangani insiden keamanan.
  1. Membangun Budaya Keamanan Laporan hardening juga berperan penting dalam membentuk budaya keamanan di dalam organisasi. Dengan melibatkan seluruh tim IT Poltekpar Lombok dalam proses ini, Poltekpar Lombok dapat memastikan bahwa keamanan informasi menjadi tanggung jawab bersama dan bukan hanya fokus pada satu unit kerja atau individu tertentu.
  1. Langkah-langkah Implementasi Laporan Hardening dengan Tim Pusdatin CSIRT Kemenparekraf/Baparekraf.
  • IT Security Assessment (ITSA) Tim Pusdatin CSIRT melakukan penilaian risiko terlebih dahulu untuk mengidentifikasi kelemahan dan potensi ancaman yang ada pada aplikasi Web Poltekpar Lombok.
  • Setelah penilaian risiko dilakukan, tim Pusdatin CSIRT merencanakan langkah-langkah hardening yang akan diambil. Perencanaan mencakup tujuan, sumber daya yang dibutuhkan, dan tanggung jawab anggota tim.
  • Anggota tim IT Poltekpar Lombok dengan Tim Pusdatin CSIRT melaksanakan langkah-langkah hardening sesuai dengan rencana yang telah direncanakan. Setiap perubahan yang dilakukan dicatat dengan detail dalam laporan hardening.
  • Setelah hardening dilakukan oleh Tim IT Poltekpar Lombok, sistem diuji untuk memastikan bahwa semua langkah telah berhasil diterapkan dan tidak ada lagi vulnerability atau celah keamanan pada sistem aplikasi web Poltekpar Lombok.
  • Tim IT Poltekpar Lombok dan Tim Pusdatin CSIRT terus memantau sistem dan melakukan scanning pada aplikasi web Poltekpar Lombok. Pemeliharaan berkala perlu dilakukan untuk memastikan sistem tetap aman dari serangan siber.
 

Dari urutan sebelah kiri dan ke kanan ada Bapak Selamet Kiki Pranoto, S.Kom., MTCNA., MCE, Bapak Grenalio Kristian Perdana Siahaan, S.Kom., CEH., CompTIA Security+., CISA., CHFI., CISSP, Bapak Rezha Murthy Soeprawa, S.T., MMSI., kemudian, Pembantu Direktur II Bidang Umum Bapak Ramdah, S.Pd., M.EDL., CHE., Bapak Juanda, S.P., M.E, Bapak Eka Saefan Rukzam, S.Kom., M.Ak, dan Bapak Guruh Tilar Negara, S.Kom., MTCNA.
 

Kesimpulan

Laporan hardening dengan tim Pusdatin CSIRT Kemenparekraf/Baparekraf adalah langkah penting dalam menjaga keamanan informasi dan melindungi sistem dari potensi ancaman keamanan siber. Dengan melibatkan berbagai anggota tim IT Poltekpar Lombok, Poltekpar Lombok dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses hardening, memperkuat sistem, serta membangun budaya keamanan yang kuat di dalam kampus Poltekpar Lombok. Melalui upaya kolaborasi dengan Tim Pusdatin CSIRT ini, Poltekpar Lombok dapat lebih siap menghadapi tantangan keamanan di dunia siber yang terus berkembang saat ini