Politeknik Pariwisata Lombok adalah perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan program pendidikan vokasi di bidang kepariwisataan di lingkungan Kementerian Pariwisata yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pariwisata.
P3M Benchmarking Jateng & DIY

P3M Poltekpar Lombok Lakukan Benchmarking Wellness Tourism dan Desa Wisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Unit Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Lombok melaksanakan kegiatan benchmarking pengelolaan wellness tourism dan desa wisata di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 23–26 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan basis keilmuan dan referensi praktis dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Benchmarking menjadi bagian dari strategi institusi untuk memperkaya perspektif akademik melalui pembelajaran langsung dari destinasi unggulan. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pemetaan model pengelolaan yang efektif dan berdaya saing. Hasil kegiatan diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan program penelitian dan pengabdian Poltekpar Lombok.

Rangkaian kegiatan hari pertama difokuskan pada pengelolaan wellness tourism melalui kunjungan ke Rumah Atsiri Indonesia dan Rumah Jawa di Solo, Jawa Tengah. Kedua destinasi tersebut dikenal sebagai representasi pengembangan pariwisata berbasis kesehatan yang terintegrasi dengan budaya dan lingkungan. Peserta melakukan pengamatan terhadap pola manajemen destinasi, pengembangan produk wisata, serta strategi penciptaan pengalaman wisata yang holistik. Diskusi dengan pengelola memberikan gambaran mengenai pentingnya inovasi dan konsistensi kualitas layanan. Temuan di lapangan memperlihatkan bahwa wellness tourism memerlukan sinergi kuat antara konsep, sumber daya manusia, dan keberlanjutan.

Pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan kajian pengelolaan desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Desa Wisata Nglanggeran di Gunungkidul dan Desa Wisata Wukirsari di Bantul. Kedua desa wisata tersebut menjadi rujukan nasional dalam penerapan pariwisata berbasis masyarakat. Benchmarking difokuskan pada tata kelola kelembagaan, pengembangan atraksi berbasis potensi lokal, serta mekanisme pemberdayaan masyarakat. Interaksi langsung dengan pengelola desa memberikan pemahaman mengenai proses pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Pengalaman ini menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat sebagai aktor utama pengembangan destinasi.

Melalui kegiatan benchmarking ini, P3M Poltekpar Lombok menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai praktik baik yang diperoleh akan dijadikan referensi dalam perumusan program penelitian dan PKM tematik pada tahun mendatang. Kegiatan ini juga memperkuat peran Poltekpar Lombok sebagai pusat pengembangan pengetahuan terapan di bidang pariwisata. Sinergi antara pendekatan akademik dan praktik lapangan menjadi nilai utama yang dihasilkan. Dengan demikian, benchmarking ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Translate »