Politeknik Pariwisata Lombok secara resmi meresmikan Klub Panahan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pengembangan konsep wellness tourism pada 23 Januari 2026. Kegiatan peresmian ini menjadi salah satu upaya strategis kampus dalam mendorong penerapan gaya hidup sehat di lingkungan pendidikan pariwisata. Klub Panahan dihadirkan sebagai wadah pengembangan minat dan bakat olahraga yang terbuka bagi mahasiswa dan pegawai. Inisiatif ini juga mencerminkan perhatian institusi terhadap keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental sivitas akademika. Dengan demikian, Poltekpar Lombok berupaya membangun ekosistem kampus yang sehat dan berkelanjutan.
Klub Panahan Poltekpar Lombok dirancang sebagai sarana pembinaan kebugaran jasmani sekaligus penguatan karakter. Aktivitas panahan dikenal mampu melatih konsentrasi, ketenangan, disiplin, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip wellness tourism yang menekankan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Melalui kegiatan ini, kampus tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup sivitas akademika. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang lebih produktif.
Keberadaan Klub Panahan juga menjadi bagian dari penguatan peran Poltekpar Lombok sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap tren pariwisata global. Wellness tourism merupakan salah satu segmen pariwisata yang terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang memahami konsep kesehatan holistik. Melalui aktivitas olahraga berbasis wellness, sivitas akademika diperkenalkan pada implementasi nyata konsep tersebut. Pendekatan ini mendukung integrasi antara pengembangan kompetensi, kesehatan, dan wawasan kepariwisataan. Dengan demikian, kegiatan non akademik memiliki kontribusi langsung terhadap visi institusional.
Melalui peresmian Klub Panahan, Poltekpar Lombok mengajak seluruh sivitas akademika, baik mahasiswa maupun pegawai, untuk berpartisipasi aktif dalam membangun budaya hidup sehat. Partisipasi kolektif ini diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan dan kolaborasi di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud komitmen institusi dalam menciptakan kampus yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental. Budaya hidup sehat yang terbangun di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan wellness tourism. Dengan langkah ini, Poltekpar Lombok terus berkontribusi dalam penguatan pariwisata berkelanjutan berbasis kesehatan.



